Apa Penyebab Anak Terlembat Berbicara? Orangtua Harus Tahu!

tips anak sehat www.friso.co.id

Penyebab anak terlambat berbicara itu ada banyak macamnya. Normalnya anak usia 1,5 tahun sudah bisa mengucapkan minimal 5 kata secara konsisten seperti memanggil mama, papa, baba dan lain sebagainya. Saat memasuki usia 2 tahun anak sudah mampu merangkai kata sederhana. Seorang anak digolongkan terlambat bicara jika umur anak sudah mencapai 2 atau 3 tahun tapi belum juga bisa berbicara dengan lancar atau hanya bisa mengucapkan potongan kata saja.

Anak yang mengalami keterlambatan bicara sebenarnya memiliki soaial-emosional dan perkembangan intelegensi yang normal seperti anak lainnya. Masalah anak terlambat bicara dialami 5-10 persen anak-anak usia prasekolah dan cenderung lebih sering dialami anak laki-laki ketimbang perempuan. Keterlambatan bicara pada anak bisa disebabkan berbagai penyebab , diantaranya dalah ;

– Mengalami hambatan pendengaran

Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

– Hambatan perkembangan otak

Adanya gangguan pada daerah oral-motor di otak mengakibatkan ketidakefisienan  hubungan di daerah otak yang berperan untuk menghasilkan bicara. Sehingga kondisi ini dapat menyebabkan anak kesulitan menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi.

– Adanya masalah keturunan

Keterlambatan bicara juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, tapi biasanya anak yang terlambat bicara ternyata memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.

– Minimnya komunikasi

Interaksi dan komunikasi antara orangtua dengan anak bisa menstimulasi anak untuk memperbanyak kosa katanya. Sayangnya, beberapa orangtua tidak menyadari jika cara berkomunikasi mereka berpengaruh terhadap perkembangan anak.

– Faktor televisi

Anak yang sering menonton televisi akan menjadi pendengar yang pasif, anak hanya menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk. Menonton televisi juga bisa membuat anak menjadi traumatis karena menyaksikan tayangan yang berisi adegan perkelahian, kekerasan, dan seksual.

Penyebab Anak Terlambat Berbicara Bisakah Dicegah?

Saat usia 12 bulan ke atas, seorang anak sudah mulai dapat mengucapkan beberapa kata-kata yang dapat ditangkap oleh setiap orang. Seorang anak yang sudah berusia 18 bulan atau lebih umumnya juga sudah dapat mengucapkan 10 hingga 15 kata. Namun dalam beberapa kasus ada beberapa anak terlambat bicara. Tentu saja hal ini dapat membuat para orang tua panik dan khawatir. Apabila orangtua sudah menyadari adanya gejala keterlambatan bicara pada anak, maka sebaiknya lakukan beberapa langkah berikut ini ;

– Konsultasikan anak ke dokter atau psikolog tentang tumbuh kembang anak, bicarakan pada para ahli tentang tumbuh kembang anak dan kemampuan apa saja yang sudah bisa dikuasainya.

– Berikan anak kesempatan untuk berinteraksi dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Kegiatan ini bisa memotivasi anak untuk belajar bicara karena bermain dengan anak-anak lainnya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.

– Ibu bisa menstimulasi anak dengan mengajaknya berkomunikasi meskipun anak belum mampu berbicara dengan baik. Ibu bisa mengajak anak untuk membacakan dongeng dan bernyanyi.

– Mengajarkan kata kepada anak dengan pengucapan yang jelas. Usahakan anak melihat gerakan bibir Anda ketika mengucapkan kata-kata tersebut. Misalnya, susu bukan cucu, minum bukan mimik atau num, makan bukan maem atau mamam.

Meskipun segala hal dapat dipelajari, akan tetapi perkembangan anak butuh dukungan dan stimulasi dari para orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak itu sendiri. Tahukah Anda bahwa orang tua merupakan salah satu sarana untuk mengoptimalkan kecerdasan anak. Umumnya keterlambatan anak dalam berbicara dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, gangguan pada pendengaran, minimnya komunikasi, faktor televisi serta adanya hambatan perkembangan otak anak itu sendiri.

Cara lainnya yaitu dengan cara menjauhkan anak-anak dari televisi dan juga gadget. Anak yang sering menonton televisi dan bermain gadget akan menjadi pendengar yang pasif. Ketika anak menonton televisi ataupun bermain gadget ia hanya menerima tanpa mencerna dan memproses informasi yang ada. Oleh karena itu jauhkan dulu anak dari TV ataupun gadget. Selain dapat menghambat berbicara, menonton televisi yang tidak sesuai dengan umur anak juga dapat menyebabkan anak traumatis dengan tayangan yang ia tonton.

Selain itu  dengan cara memberikannya stimulasi. Stimulasi yang dapat diberikan adalah dengan mengajaknya berkomunikasi meskipun anak belum bisa berbicara dengan baik. berkomunikasi dapat dilakukan dengan cara mengajak anak untuk bernyanyi ataupun membacakan dongeng untuknya.

Penyebab Anak Terlambat Berbicara Dan Akibatnya

Memberikannya kesempatan untuk berinteraksi. Interaksi dapat dilakukan dengan cara bermain dengan Anda ataupun dengan teman-temannya. Kegiatan yang satu ini tentu saja dapat memberikan motivasi untuk si kecil agar berlajar berbicara. Karena bermain dengan teman-teman sebayanya juga membutuhkan kemampuan komunikasi verbal. Jika anak menginginkan sesuatu hanya dengan menunjuk, sampaikan padanya bahwa ia harus mengucapkan benda yang diinginkan.

Jangan langsung memberi anak barang yang ia inginkan kalau anak hanya nunjuk-nujuk. Berikutnya adalah dengan cara berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter anak tentu saja dapat memberikan Anda solusi seperti apa saja hal yang harus dilakukan para orang tua untuk membuat anaknya dapat berbicara sesuai dengan umurnya.

Saat anak mengalami keterlambatan perkembangan otot sangat sulit untuk anak untuk melakukan gerakan yang cepat yang dibutuhkan untuk berbicara dan produksi suara. Hampir 90 persen anak mengalami kelemahan otot-otot tubuh terutama termasuk otot leher konsekuensinya anak tidak bisa memproduksi suara dan otot sulit untuk bergerak dengan cepat untuk berbicara. Jadi penyebab anak terlambat berbicara itu terdiri dari berbagai faktor.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*