Anak Tidak Suka Makan Daging? Ini dia Alternatif Agar Gizi Balita Tercukupi

gizi balita www.ibudanbalita.com

Ibu pasti sudah tahu betapa pentingnya mencukupi kebutuhan gizi balita. Namun, bagaimana jika ia tidak mau makan daging? Padahal, terkadang kandungan protein yang sangat tinggi di dalam daging. Protein inilah yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan balita.

Ada istilah khusus bagi anak yang pilih-pilih makanan, yaitu picky kids atau picky children. Mereka adalah balita yang hanya mau makanan tertentu saja. Dan jika ini dibiarkan, maka lambat laun anak akan mengalami susah makan. Hal ini disebabkan anak tidak banyak makanan yang ia suka. Dan ketika ia bosan, maka ia akan mogok makan. Dan apa yang terjadi? Kebutuhan gizi anak tidak tercukupi.

Oleh sebab itu, penting sekali penanganan khusus jika ternyata ada tanda-tanda balita ibu suka pilih-pilih makan. Terutama jika anak ibu tidak suka makan daging, beberapa hal berikut ini bisa ibu lakukan.

Pilihan Menu Makanan Yang Mengandung Protein

Sebenarnya tidak hanya daging saja yang mengandung protein. Hanya saja, memang harus diakui jika daging mengandung protein paling tinggi. Gizi untuk balita berupa protein ini sangat dibutuhkan untuk membuat postur tubuh anak berkembang. Selain itu, protein juga sangat mempengaruhi seberapa kuat tubuh balita ibu.

Untuk itu, ibu harus tahu menu makanan apa yang harus ibu berikan untuk mengganti daging.

  • Mentega

Ini yang paling mudah. Dan kebanyakan, balita suka dengan rasa mentega. Ibu bisa buatkan roti dengan mentega sebagai menu sarapan setiap hari. Atau, ibu bisa buatkan cemilan yang terbuat dari bahan utama berupa mentega. Dengan demikian, kebutuhan protein si kecil terpenuhi.

  • Tempe

Makanan yang satu ini dianggap sebagai makanan orang kampung. Harganya pun sangat murah. Namun, siapa sangka jika makanan ini kaya akan kandungan nutrisi untuk balita berupa protein. Ini juga sama dengan tahu yang dibuat dengan bahan utama yang sama dengan tempe, yaitu kacang kedelai.

Menurut ilmu kesehatan, kacang kedelai merupakan sumber protein nabati yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, tepat sekali jika ibu membuatkan menu makanan dengan bahan utama tempe.

  • Telur

Jika ibu mencari protein hewani, maka telur bisa menjadi alternatif selain daging. Namun, untuk balita, sebaiknya ibu memilihkan telur ayam kampung. Pasalnya, telur ayam kampung lebih sehat. Cara perawatan serta pemberian makan untuk ayam kampung jelas lebih bagus.

Kebutuhan Protein Harian Balita

Sebenarnya berapa protein yang dibutuhkan balita setiap hari? Menurut ahli kesehatan balita, kebutuhan protein harian balita itu sekitar 13 gram. Akan tetapi, tidak hanya protein saja yang dibutuhkan jika tujuannya agar tubuh balita kuat dan sehat.

Salah satu hal yang membuat protein sangat dibutuhkan oleh balita adalah agar tubuh sehat dan kuat. Hanya saja, protein tidak boleh sendirian. Protein juga harus dibarengi dengan zat besi. Dan kebutuhan zat besi harian balita itu sekitar 7 mg.

Untuk memastikan protein dan zat besi terpenuhi setiap hari, ibu bisa memberikan Susu Frisian Flag. Ini merupakan susu balita terbaik yang mengandung nutrisi seimbang terutama protein dan juga zat besi.

Namun, tetap saja ibu harus memberikan menu makanan yang mengandung protein. Susu adalah suplemen. Sementara sumber gizi utama balita tetap dari menu makanan. Jadi, untuk memastikan gizi balita terpenuhi, ketahui menu makanan yang diperlukan dan jangan lupa memberikan susu balita setiap hari.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*