Anak Ibu Telat Belajar Bicara? Ikuti Langkah Berikut

belajar bicara www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar bicara itu sudah dimulai ketika bayi lahir. Hanya saja, cara komunikasinya hanya menangis. Lalu, sebenarnya kapan si kecil belajar berbicara dalam arti mengucapkan kata layaknya orang dewasa?

Menurut peneliti perkembangan anak, pada saat bayi menginjak usia 10 atau 11 bulan, bayi sudah mulai mengucapkan kata. Hanya saja, pengucapannya belum sempurna. Orang dewasa akan mendengarkan suara seperti ocehan saja.

Ocehan tersebut merupakan tahap di mana si kecil mencoba mengucapkan kata dengan keterbatasan fungsi organ mulutnya. Ketika organ mulut sudah sempurna, maka si kecil akan mampu mengucapkan kata dengan lebih jelas.

Lalu, bagaimana jika anak ibu sudah berusia 1 tahun ke atas ata bahkan 2 tahun tapi belum mulai bicara? Tentu ada masalah dengan tumbuh kembang balita jika pada usia lebih dari satu tahun dan bahkan 2 tahun belum ada suara yang terucap dari mulut mungilnya.

Akan tetapi, ibu tidak perlu khawatir. Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan agar balita ibu bisa mulai berbicara layaknya balita lain.

Menonton Video Lagu Anak-Anak

Balita sangat tertarik sekali dengan hal-hal yang bersifat visual. Oleh karena itu, pemberian stimulus berupa video lagu anak-anak akan membuatnya tertarik. Setelah tertarik, lambat laun si kecil akan mulai menirukan video tersebut.

Untuk itu, mulailah ibu mengoleksi video lagu anak-anak. Ajak balita ibu menonton video tersebut setiap hari. Sesekali, ibu juga harus mengajari agar si kecil mau menirukan lagu tersebut.

Cara ini cukup efektif karena si kecil mau belajar bicara atas dasar senang. Anak ibu senang menonton video lagu anak-anak dan kemudian menyanyikannya. Tentu cara ini juga tidak akan membuat ibu kerepotan, bukan?

Mengenalkan Nama Benda Di Sekitar

Lagi-lagi masalah ketertarikan. Ibu harus memanfaatkan naluri anak yang selalu ingin tahu. Mulailah mengenalkan benda-benda yang ada di dalam rumah. Kenalkan dengan cara memegang benda tersebut lalu mengucapkan nama dari benda tersebut. Ucapkan berkali-kali dan ajak si kecil menirukan suaranya.

Cara ini termasuk cara yang efektif namun sedikit sudah untuk dipraktekkan. Pasalnya, ibu harus lebih kreatif menunjukkan benda-benda yang baru agar si kecil tertarik. Selain itu, ibu juga harus sabar mengulang nama setiap benda.

Yang perlu digarisbawahi, belajar berbicara merupakan salah satu tanda perkembangan balita. Semakin banyak balita mendengarkan, maka semakin cepat si kecil bisa bicara. Karena pada dasarnya bayi itu menirukan apa yang ia dengar. Oleh karena itu, seringlah mengenalkan benda-benda baru di sekitar lalu mengucapkan nama benda tersebut berulang-ulang.

Bercerita

Ada cara lain selain bernyanyi dan mengenalkan benda di sekitar, yaitu bercerita. Ada banyak sekali buku bergambar yang menceritakan tentang kisah untuk anak-anak. Buku bergambar tersebut pasti menarik sekali bagi anak ibu. Pilihlah beberapa buku yang paling mencolok warnanya.

Setelah itu, ibu bisa membacakan kisah dari buku tersebut. Bercerita akan membuat anak mendengarkan dan sekaligus otak si kecil akan merekam apa yang ibu ceritakan. Agar lebih efektif, ibu bisa mengulang beberapa kata dan mengajak si kecil untuk mengucapkan kata tersebut. Dalam hal ini, pengucapan kata tidak perlu sempurna.

Jadi, ada hal-hal menarik yang bisa ibu lakukan agar si kecil bisa mengejar ketertinggalan, dalam hal ini berbicara. Yang jelas, ibu tidak perlu berkecil hati karena setiap anak itu perkembangannya berbeda-beda. Jika perkembangan balita ibu terganggu yang mengakibatkan si kecil terlambat berbicara, ibu harus berperan aktif untuk memberikan bantuan agar si kecil belajar bicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*