Alasan Mengapa Harus Lebih Memperhatikan Perkembangan Janin Laki-Laki

perkembangan janin https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Banyak pasangan yang tidak mau mengetahui jenis kelamin janin dengan cara melakukan pemeriksaan USG karena ingin mendapatkan surprise atau kejutan.

Mungkin ibu salah satu dari mereka. Ibu sepakat dengan suami ibu untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi yang ibu kandung hingga saat masa persalinan nanti.

Namun, sebaiknya ibu tidak melakukan hal tersebut mengingat perkembangan janin laki-laki dan perempuan itu berbeda. Ternyata, bayi laki-laki itu lebih rentan mengalami hal-hal buruk jika dibandingkan dengan bayi perempuan.

Masih ingin surprise?

Sebaiknya ibu lebih mementingkan menjaga perkembangan bayi yang ibu kandung daripada hanya ingin surprise mengetahui jenis kelamin bayi setelah lahir nanti. Barangkali janin yang ibu kandungan berjenis kelamin laki-laki, maka ibu harus lebih ekstra dalam menjaga perkembangan bayi tersebut.

Kenapa demikian?

Bayi Laki-Laki Lebih Beresiko Keguguran

Sebenarnya ada banyak sekali faktor yang menyebabkan mengapa para ahli kesehatan ibu hamil mengatakan bayi laki-laki lebih mudah mengalami keguguran daripada bayi perempuan.

Akan tetapi, jika ibu orang awam dalam hal kesehatan kehamilan, ibu bisa lihat secara kasat mata saja. Jika ibu mengandung bayi laki-laki, mungkin ibu merasa mual dan rasa mual tersebut lebih parah jika dibandingkan dengan ibu yang sedang hamil bayi perempuan.

Tahukah ibu mengapa hal tersebut terjadi? Penelitan kesehatan menunjukkan bawasannya mual itu merupakan mekanisme tubuh ibu di mana ia menolak makanan yang beresiko mengakibatkan keguguran. Karena pada dasarnya bayi laki-laki itu sangat rentan terhadap keguguran.

Itulah mengapa ibu sering merasa mual saat hamil anak laki-laki. Karena ibu sudah tahu jenis kelamin bayi yang ibu kandung, maka ibu akan tahu bagaimana cara menjaga tumbuh kembang janin dengan baik dan mengatasi masalah mual yang ibu alami.

Lebih Suka Makan Makanan yang Berbahaya

Di satu sisi, memang ada mekanisme alami tubuh ibu yang menolak makanan yang berbahaya. Namun, di sisi lain, tubuh ibu juga lebih tertarik dengan beberapa jenis makanan yang berbahaya untuk kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Salah satunya adalah makanan yang mengandung daging. Sebenarnya daging itu sangat baik untuk ibu hamil. Kandungan proteinnya sangat tinggi terutama di dalam daging sapi. Protein itulah yang dibutuhkan oleh janin untuk perkembangan, seperti untuk mengembangkan sel saraf serta berat badan.

Hanya saja, terlalu banyak mengkonsumsi daging pun tidak bagus. Obesitas pada bayi bisa terjadi. Dan bukan tidak mungkin bayi mengalami keguguran karena kondisi kesehatan yang kurang baik.

Apalagi jika ibu tidak hati-hati memilih daging. Daging yang masih mengandung lemak jelas tidak baik untuk perkembangan bayi di dalam kandungan. Belum lagi mengenai cara memasaknya. Jika daging di masak benar-benar matang, kemungkinan bakteri masih menempel pada daging. Dan jika daging dikonsumsi, bakteri tersebut bukan tidak mungkin bisa membahayakan janin.

Walaupun semua hal tersebut bersifat kemungkinan saja, tapi ibu harus waspada. Demi menjaga perkembangan sang buah hati yang ada di dalam kandungan, ibu pasti ingin menghindarkan resiko buruk sekecil apapun, bukan?

Untuk itu, sebaiknya ibu konsultasi kehamilan dan periksakan kondisi janin secara rutin. Ketahui dulu jenis kelamin janin yang ibu kandung karena jika janin berjenis kelamin laki-laki, maka itu artinya ibu harus melakukan penjagaan yang ekstra hati-hati. Ibu harus lebih waspada menjaga perkembangan janin yang ibu kandung.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*