Alasan Ini Membuat Ibu Tidak akan Menunda Pemeriksaan Kehamilan Muda

kehamilan muda www.facebook.com/ibudanbalita

Kehamilan muda merupakan saat yang sangat menegangkan. Jika ibu tahu, pada saat kehamilan baru masuk pada trisemester pertama, janin dalam kandungan sangat rentan sekali. Goncangan sedikit saja bisa menjadikan keguguran. Nutrisi yang kurang karena ibu tidak mau mengkonsumsi susu ibu hamil dengan alasan mual atau muntah membuat resiko terjadi keguguran sangat tinggi.

Itulah mengapa masa hamil muda merupakan masa yang sangat menegangkan. Bahkan, bisa dikatakan bayi sehat atau tidak bisa diketahui sejak ibu hamil pada trisemester pertama ini.

Anehnya, banyak ibu atau calon ibu yang tidak menyadari hal ini. Mereka justru merasa tidak perlu konsultasi dengan dokter karena sepertinya tidak ada apa-apa dengan janin yang ada di dalam kandungan. Itu yang mereka rasakan. Apakah ibu yakin? Bagaimana dinding rahim ibu? Apakah janin tumbuh normal?

Sebenarnya, banyak hal yang bisa ibu ketahui mulai dari masa kehamilan muda. Untuk itu, tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan kehamilan walaupun masih pada trisemester pertama.

Mengetahui Kemungkinan Penyakit Keturunan

Ketikai ibu konsultasi dengan dokter kandungan, maka ibu akan mendapatkan treatment berupa USG. Alat ini digunakan untuk mengetahui perkembangan janin dalam kandungan. Pada trisemester ini, dokter kandungan bisa mengetahui apakah ada penyakit bawaan yang mungkin menyerang janin atau tidak. Oleh karena itu, tes USG diperlukan agar jika ada kemungkinan penyakit bawaan yang menyerang si kecil, dokter bisa memberikan penanganan khusus.

Saat ini pemerintah juga menggalakkan kampanye tes HIV/AIDS bagi ibu yang sedang hamil. alasannya sama. Dengan pemeriksaan sejak dini ini, maka kemungkinan bayi lahir dengan penyakit bawaan bisa diantisipasi.

Mengetahui Kesehatan Janin

Pada saat hamil muda, sebenarnya kesehatan janin bisa dideteksi. Dengan alat USG, dokter kandungan bisa memperkirakan apakah janin dalam kandungan ibu sehat atau tidak. Salah satu kriterianya adalah dengan mengukur kepala janin. Dengan menggunakan alat USG, dokter bisa mengetahui ukuran kepala janin. Dengan kriteria yang ada, dokter akan mengetahui apakah janin dalam kandungan ibu berkembang secara normal atau tidak.

Tentu saja bukan hanya ukuran kepala janin yang menjadi patokan. Kriteria yang lain adalah detak jantung janin. Jadi, apakah ibu masih saja mengganggap tes USG itu tidak penting?

Mendeteksi Cacat Bawaan

Ada bayi yang lahir dalam keadaan cacat lantaran kekurangan nutrisi ketika masih di dalam kandungan. Ada juga bayi yang memang ketika masih di dalam kandungan, terjadi sesuatu hal yang menjadikannya cacat.

Cacat bawaan ini sebenarnya bisa dideteksi ketika janin masih dalam usia kandungan di trisemester pertama. Dengan deteksi dini ini, kemungkinan bayi lahir cacat bisa diantisipasi.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak datang ke dokter untuk berkonsultasi kehamilan. Penyesalan datang belakangan dan tentunya ibu tidak menginginkannya, bukan?

Salah besar jika menganggap konsultasi dengan dokter itu hanya perlu dilakukan ketika masa persalinan sudah dekat. Konsultasi serta pemeriksaan kehamilan itu diperlukan mulai dari awal kehamilan.

Ibu harus rajin datang ke dokter untuk berkonsultasi setidaknya satu kali dalam satu bulan. Konsultasi tersebut ibu lakukan agar mengetahui apakah janin berkembang secara normal atau tidak. Selain itu, konsultasi juga diperlukan agar jika terjadi hal-hal yang berbahaya terhadap janin, maka dokter bisa memberikan tindakan secara dini. Jadi, segeralah berkonsultasi dan lakukan pemeriksaan kehamilan muda secara berkala.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*