Agar Bayi Sehat, Jangan Sampai Si Kecil Kelaparan

bayi sehat www.ibudanbalita.com

Apa tanda-tanda bayi merasa lapar? Ini pertanyaan yang sering diajukan oleh seorang ibu muda yang baru memiliki bayi. Tentu saja ia sangat khawatir. Ia pasti ingin bayi sehat. Dan salah satu cara agar bayi selalu sehat adalah dengan memastikan si kecil tidak kelaparan.

Lalu, apa tanda-tanda bayi lapar? Berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan pertanda bawasannya bayi merasa lapar.

  • Membuka mulut
  • Menoleh ke kanan dan ke kiri berkali-kali
  • Menaruh jemarinya ke mulut
  • Menggerakkan mulut seolah-olah sedang minum ASI
  • Menangis

Itulah beberapa tanda bayi lapar.

Bayi Sudah Minum ASI Tapi Tetap Menangis

Salah satu tanda bayi lapar adalah menangis. Bagaimana jika ibu sudah memberikan ASI namun ia tidak menangis? Ini ada dua kemungkinan. Yang pertama, ada masalah kesehatan yang ia alami. Jika ini bukan penyebabnya, maka kemungkinan yang kedua, yaitu si kecil masih lapar.

Terkadang bayi masih merasa lapar walaupun ibu sudah memberikan ASI. Hal ini disebabkan bayi memerlukan ASI yang lebih banyak. Ini hal yang lumrah ketika usia bayi sudah mencapai lebih dari 3 bulan. Apalagi jika ternyata produksi ASI ibu menurun. Tentu hal yang sangat wajar jika bayi menangis karena ia tidak mendapatkan ASI yang cukup.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan? Membiarkannya lapar tentu tidak bagus untuk kesehatan bayi. Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan.

  • Membuatnya Tertidur

Ibu harus bisa membuat si kecil nyaman. Jika ibu sudah memberikan ASI walaupun hanya sedikitm tentunya si kecil tidak lagi merasa begitu lapar. Yang perlu ibu lakukan hanyalah membuatnya nyaman sehingga ia bisa segera terlelap. Dengan demikian, ia tidak akan menangis lagi.

Ibu bisa menggendong sambil menyanyikan lagu. Cara ini biasa dilakukan untuk membuat bayi nyaman dan akhirnya terlelap. Tentu ibu bisa melakukan hal lain yang menurut ibu lebih efektif untuk membuat si kecil merasa nyaman.

  • Mengupayakan Produksi ASI Meningkat

Ada banyak cara agar produksi ASI meningkat. Ada yang bilang semakin hari produksi ASI menurun. Hal tersebut memang benar. Namun pasti ada penyebabnya.

Mungkin ibu stress sehingga produksi ASI menurun. Atau bisa juga ibu mengkonsumsi makanan yang salah. Ini yang banyak dilakukan. Tidak sedikit ibu yang akhirnya meluapkan keinginannya setelah melahirkan. Selama 9 bulan kehamilan, mereka merasa dikekang karena tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu. Dan setelah melahirkan, mereka makan apapun termasuk fast food. Dan apa yang terjadi? Produksi ASI menurun.

Dua hal tersebutlah yang ibu bisa lakukan. Bukan shortcut dengan memberikan susu formula. ASI jelas harus diberikan sampai usia si kecil mencapai 6 bulan.

Kebiasaan Buruk Di Masyarakat

Mungkin ibu sudah tahu jika memberikan makanan itu tidak diperbolehkan ketika bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Namun, inilah yang sering dilakuan oleh orang-orang terdahulu. Lantaran tidak tega bayi menangis terus karena kelaparan, banyak orang tua yang akhirnya memberikan makanan seperti pisang atau bahkan bubur.

Justru dengan memberikan makanan ketika usianya di bawah 6 bulan inilah yang tidak diperbolehkan. Untuk memastikan bayi sehat, ibu harus mentaati apa yang disarankan oleh dokter anak, yaitu hanya memberikan ASI hingga usia 6 bulan. Baru kemudian ketika bayi berusia 6 bulan, ibu boleh memberikan makanan yang sering disebut dengan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Semoga informasi ini bisa membuat ibu tahu apa yang harus dilakukan untuk memastikan bayi sehat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*