5 Hal Yang Hanya Bisa Ibu Ketahui Setelah Tanya Dokter Kandungan

konsultasi dokter anak www.ibudanbalita.com

Apakah konsultasi dan tanya dokter kandungan adalah sebuah keharusan? Kebanyakan orang yang menanyakan hal ini memiliki persepsi bawasannya konsultasi dengan dokter kandungan itu tidak perlu dilakukan jika tidak terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Jadi pertanyaan tersebut lebih bersifat sindiran bagi ibu-ibu hamil yang mau melakukan konsultasi secara rutin.

Tentu mereka boleh saja mengatakan hal tersebut. Itu hak mereka. Namun, jika mereka tahu bawasannya konsultasi dengan dokter kandungan bukan hanya ketika terjadi masalah, maka mereka akan dengan senang hati pergi ke tempat praktik dokter kandungan secara rutin.

Konsultasi dengan dokter kandungan tidak boleh dianggap hanya sebagai rutinitas untuk mengetahui kondisi kesehatan janin saja. Ada hal yang spesifik mengenai hal tersebut. Dan Anda sebagai ibu hamil harus tanya kepada dokter kandungan. Ibu tidak boleh hanya diam dan mendengarkan hasil dari diagnos atau pemeriksaan dokter kandungan.

Berikut ini daftar pertanyaan yang jawabannya hanya bisa ibu dapatkan ketika ibu bertanya kepada dokter kandungan.

  1. Kondisi Detak Jantung

Apakah detak jantung bayi sudah bisa diketahui? Tentu saja. USG bukan hanya alat yang bisa digunakan untuk melihat perkembangan janin secara fisik saja. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi jantung bayi yang masih ada di dalam rahim.

Dokter kandungan sudah bisa mengetahui detak jantung bayi di dalam kandungan normal atau tidak ketika usianya menginjak 8 minggu. Dokter kandungan juga akan menggunakan alat lain yang disebut dengan Doppler. Alat ini akan digunakan agar Anda sebagai ibu bisa mendengarkan suara detak jantung sang buah hati.

Dalam hal ini, ibu bisa bertanya apakah detak jantung janin normal atau tidak. Pasalnya, jika detak jantungnya tidak normal, ada kemungkinan janii tidak bisa berkembang dengan baik dan akhirnya mengalami keguguran.

  1. Kelainan Kromosom

Bayi yang lahir dalam keadaan cacat mental disebabkan adanya kelainan dalam pembentukan kromosom. Memang tidak semua bayi yang mengalami kerusakan kromosom lahir dalam keadaan cacat. Akan tetapi, dokter kandungan mengatakan bawasannya kemungkinan besar bayi lahir dalam keadaan cacat mental ketika terjadi kerusakan kromosom sejak masih ada di dalam rahim.

Sebaiknya, tanyakan kepada dokter kandungan tentang hal ini ketika usia kehamilan baru trimester pertama. Dokter kandungan akan menggunakan alat-alat medisnya mulai dari USG atau juga melakukan fetal blood sampling. Akan tetapi, jika dengan menggunakan pemeriksaan USG tidak ditemukan tanda-tanda adanya kerusakan kromosom, maka dokter biasanya tidak akan melakukan pemeriksaan lanjutan lagi.

Yang paling sering terjadi adalah bayi lahir dengan kelainan berupa down syndrome atau autis. Ini disebabkan adanya kerusakan kromosom ketika bayi masih ada di dalam rahim.

  1. Perkembangan Otak

Kecerdasan bayi ketika masih ada di dalam rahim memang tidak bisa dideteksi. Akan tetapi, risiko terjadi perkembangan otak yang kurang baik bisa dilihat. Ibu sebaiknya menanyakan apakah ada tanda-tanda pengapuran pada otak bayi atau tidak. Hal ini sudah bisa dilihat ketika hamil muda.

Untuk masalah yang satu ini, ibu bisa pelajari lebih lanjut mengenai toksoplasma. Ibu bisa kunjungi situs Ibu dan Balita untuk bisa bertanya langsung dengan ahli kesehatan ibu hamil mengenai apa itu toksoplasma, apa penyebabnya, dan pengaruh apa yang bisa terjadi pada otak janin di dalam kandungan.

  1. Posisi Janin

Pertanyaan ke dokter kandungan yang satu ini harus ibu tanyakan ketika usia kehamilan sudah mencapai 8 bulan. Ini sangat penting agar ibu tahu apakah posisi bayi sudah baik atau belum. Pasalnya, hal ini akan berhubungan dengan proses persalinan, yaitu apakah ibu bisa melakukan persalinan secara normal dan mudah atau tidak.

Posisi janin ini bisa dilihat ketika pemeriksaan USG. Jika ternyata posisi janin belum mapan padahal HPL (hari perkiraan lahir) tinggal menunggu hari, ada baiknya ibu melakukan terapi pijat. Ini merupakan terapi yang dilakukan oleh seseorang yang mengerti betul tentang kehamilan di mana tujuan terapi ini untuk membuat posisi janin benar dan siap untuk dilahirkan secara normal.

  1. Air Ketuban

Ibu tahu kualitas dan kuantitas air ketuban itu bisa berubah? Bayi cenderung akan memiliki penyakit kuning ketika lahir nanti jika air ketuban keruh. Itulah mengapa ibu sebaiknya lebih banyak minum air putih dan sesekali minum air kelapa muda agar air ketuban tetap jernih.

Mengenai kuantitas, ibu sebaiknya tanya dokter kandungan. Jangan sampai air ketuban merembes tapi ibu tidak menyadari hal tersebut. Jika air ketuban habis, maka bayi di dalam kandungan bisa mengalami keguguran. Hal ini disebabkan air ketuban sangat menentukan perkembangan janin.

Ada juga kasus di mana bayi dipaksa untuk lahir lebih cepat dari HPL karena dokter melihat air ketuban segera habis. Biasanya, jika hal ini terjadi, seorang ibu hamil akan dipacu agar bayi lahir secara normal. Jika cara ini tidak berhasil, maka operasi caesar menjadi alternatif terakhir.

Hal-hal tersebut di atas tidak akan bisa ibu ketahu jika ibu tidak melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Mungkin, ibu merasa sehat tapi tidak mengerti bagaimana kondisi rahim, air ketuban, janin, dan hal yang tidak bisa ibu rasakan sendiri. Itulah mengapa penting sekali bertanya kepada dokter kandungan.

Agar kondisi ibu dan janin sehat, sebaiknya ibu mengkonsumsi susu ibu hamil. Meskipun ini bukan keharusan, namun untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian ibu hamil terpenuhi, konsumsilah susu Frisian Flag Mama. Maka, ketika ibu tanya dokter kandungan mengenai kondisi kesehatan janin, jawabannya pasti menyenangkan karena ibu sudah memberikan nutrisi yang cukup untuk perkembangan janin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*