30 Hari Pertama Bayi Yang Sangat Menentukan

ibu dan balita ibudanbalita.com

Tantangan yang paling sulit bagi orang tua baru adalah merawat bayi pada 30 hari pertama setelah kelahiran. Ini menjadi ujian dan juga sebagai penentu bagaimana perkembangan bayi selanjutnya.

Umumnya, seorang ibu baru akan ditemani oleh orang tua untuk merawat bayi. Namun, bagaimana jika tidak ada orang tua yang bisa membantu?

Tentu saja ibu sendiri harus tahu bagaimana cara merawat bayi di 30 hari pertama. Tidak sekedar memandikan lho. Banyak hal yang harus diperhatikan.

Memberikan ASI Eksklusif

Harus diakui banyak yang gagal memberikan ASI eksklusif. Alasannya bermacam-macam. Ada yang mengatakan ASI tidak keluar. Ada juga yang sudah harus pergi bekerja sehingga tidak bisa memberikan ASI.

Alasan apapun sebenarnya tidak bisa diterima. Karena setiap masalah pasti ada solusinya, bukan?

Salah satu caranya adalah memompa ASI dan menyimpannya ke dalam freezer. Dan tentu saja masih banyak lagi solusi yang lain.

Yang pasti, ASI eksklusif sangat dibutuhkan setidaknya hingga usia bayi 6 bulan. Dengan ASI eksklusif, ketahanan tubuh bayi akan sangat kuat dan ia tidak akan mudah sakit ketika dewasa nanti.

Tidur

Dua hal yang perlu untuk diperhatikan. Bayi harus tidur nyenyak dan tidur cukup.

Agar bayi bisa tidur nyenyak, ibu harus pastikan bayi memakai popok yang tepat. Popok tersebut bisa menyerap air kencing dengan baik sehingga ia tidak mudah terbangun ketika ia kencing. Selain itu, bayi juga harus kenyang setiap kali ingin tidur agar ia benar-benar bisa tidur nyenyak.

Lalu, berapa lama waktu ideal untuk bayi? Untuk bayi yang baru berusia di bawah 30 hari, ia harus lebih banyak tidur. Menurut dokter anak, bayi rata-rata harus tidur selama 16-18 jam setiap hari. Dalam hal ini, ibu bisa mengatur sendiri jadwal tidur, seperti di pagi hari setelah mandi, di siang hari, dan di malam hari.

Nanti ketika bayi sudah berusia 4-5 bulan, siklus tidurnya akan berubah. Untuk lebih lengkapnya, ibu bisa konsultasikan dengan pakar perkembangan bayi di ibu dan balita.

Rileks

Ini yang ibu perlukan. Kenapa? Karena rileks akan membuat ibu terhindar dari masalah seperti baby blues syndrome. Ibu tahu apa itu baby blue syndrome? Ini merupakan sindrom yang dialami oleh seorang ibu yang stres karena memiliki bayi baru.

Di situs ibu dan balita dijelaskan bawasannya sindrom ini sangat wajar dialami oleh seorang ibu yang baru melahirkan. Namun, bukan berarti hal ini tidak penting. Jangan sampai baby blues ini semakin parah sehingga bisa berbahaya bagi ibu dan juga bayinya.

Peran Suami

Merawat bayi yang baru lahir bukan hanya tugas seorang ibu. Suami ibu pun harus ikut serta.

Ibu perlu membagi tugas. Untuk tugas memandikan dan memakaikan pakaian, ibu yang melakukan. Sementara itu, suami bertugas untuk mencuci popok dan menjemur si kecil di pagi hari.

Dengan pembagian tugas tersebut, maka ibu tidak akan terasa berat. Dan asal ibu tahu, baby blues sering terjadi karena keengganan suami untuk berbagi tugas sehingga seorang ibu merasakan beban yang sangat berat. Jangan sampai itu terjadi, ya.

Ada yang bilang, 30 hari pertama setelah kelahiran bayi merupakan masa ujian. Dan ibu harus berhasil melewati hari-hari tersebut.

Jadi, jadilah orang tua yang baik yang tahu apa yang seharusnya dilakukan untuk merawat bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*