3 Hal Ini Harus Dilakukan Untuk Program Kehamilan Pertama

menjaga kehamilan anak kedua www.friso.co.id

Merencanakan kehamilan pertama terkadang tidak mudah. Memang banyak pasangan muda yang langsung mendapatkan momongan di tahun pertama pernikahan mereka. Tapi, tidak sedikit juga yang mengalami keterlambatan hingga bertahun-tahun tidak memiliki anak.

Kasus tidak segera hamil ini biasanya dialami oleh pasangan yang sudah berusia tidak muda lagi ketika menikah. Menurut ahli medis, semakin tua usia pasangan suami istri, maka semakin rendah prosentase bisa mendapatkan anak. Apalagi jika usia sang istri mencapai 40 tahun. Sedikit sekali kemungkinan wanita tersebut bisa hamil.

Namun, hal tersebut tidak lantas membuat pasangan suami istri menyerah. Bagi pasangan muda sekalipun harus menjalankan program kehamilan pertama. Setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan.

  1. Mengetahui Masa Subur

Bagi wanita, mereka mungkin tahu kapan mengalami masa subur. Biasanya satu minggu setelah haid berhenti adalah masa yang paling subur. Akan tetapi, agar lebih tepat, sebaiknya gunakan saja kalkulator kesuburan.  Ini menjadi sangat penting untuk menemukan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri. Dengan demikian, sel telur bisa dibuahi oleh sperma dengan mudah.

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Sayang sekali jika pasangan suami istri yang katanya ingin segera memiliki momongan tapi lebih sering makan fast food. Sebaiknya mereka hentikan dulu kebiasaan makan di luar, apalagi makan makanan cepat saji. Usahakan agar selalu masak makanan sendiri di rumah agar bisa dipastikan bahan yang digunakan bersih, higienis, dan bergizi tinggi. Ini menjadi bagian terpenting dari tips mempersiapkan kehamilan pertama.

Di sisi yang lain, pasangan suami istri harus berkomitmen untuk menjauhi makanan dan minuman yang tidak sehat, terutama minuman beralkohol. Berhenti juga merokok karena rokok bisa membuat kesuburan entah itu suami atau istri kurang baik.

  1. Jaga Berat Badan

Apakah ada hubungannya antara kehamilan dengan berat badan? Sekilas tidak ada kaitannya antara program kehamilan dengan berat badan. Namun, para ahli kesehatan menemukan fakta jika pasangan suami istri yang memiliki berat badan normal bisa lebih cepat mendapatkan momongan dibandingkan mereka yang memiliki berat badan di bawah atau di atas angka normal.

Bahkan, harus hati-hati untuk istri yang memiliki berat badan di atas normal. Kegemukan bisa mengubah pola hormonal. Hal ini menyebabkan fungsi ovarium tidak normal. Akhirnya, pola menstruasi tidak pasti dan ini berarti kesuburan terganggu. Lebih dari itu, lemak yang menumpuk banyak ternyata memproduksi hormon pria yang menyebabkan penurunan ovulasi. Inilah yang semakin membuat seorang istri sulit hamil ketika mengalami kegemukan.

Jalan utamanya tentu saja harus rajin olahraga dan kurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat. Dengan demikian, berat badan normal dan prosentasi hamil anak pertama akan sangat tinggi.

Apakah harus mengikuti promil dari dokter? Sebenarnya akan lebih baik jika program kehamilan di bawah pengawasan dokter. Akan tetapi, jika sudah yakin berhasil dengan menjalankan 3 hal tersebut, maka promil dari dokter tidak diperlukan lagi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*