3 Cara Mencegah Gigi Berlubang Fase Pertumbuhan Anak

Cara mencegah gigi berlubang www.listerine.co.id

Melihat anak kecil memang menyenangkan, apalagi saat ia tertawa bersama kita. Namun, terkadang ada rasa menganggu tatkala melihat gigi anak berlubang, dan terkikis di usia yang sangat muda, pada masa pertumbuhan mereka.

Padahal seharusnya anak tidak perlu melalui fase dimana gigi tidak berderet rapi, penuh, terlihat sedikit aneh ketika tersenyum apabila orang tua mengambil langkah cara mencegah gigi berlubang pada anak sejak dini. Jangan karena masih gigi susu lantas tidak patut dirawat, gigi susu sama penting dengan gigi dewasa. Makan, dan berbicara masih membutuhkan gigi, entah gigi susu atau gigi dewasa.

Jauh sebelum orang tua berbangga diri akan keberhasilan muncul gigi pertama anak, perawatan gigi seharusnya sudah dilakukan. Sayang, tidak banyak orang tua menyadari kepentingan merawat gigi anak sejak usia dini, karena memang toh gigi belum terlihat pada waktu kecil, apanya yang mau dirawat?

Padahal hanya karena gigi belum terlihat bukan berarti gigi tidak ada. Saat bayi masih senang senangnya menikmati kenyotan, di dalam gusi sudah terjadi kesibukan di mana mana untuk mempersiapkan gigi pertama, karenanya peran orang tua malah diperlukan untuk menyokong pertumbuhan dari luar.

Caranya cukup mudah. Siapkan saja kain bersih, kemudian basahi. Setiap kali ayah atau ibu selesai memberi makan bersihkan mulut anak dengan kain tersebut. Bukan berarti harus melap seluruh mulut anak, tentu itu hanya membuat anak kesal dan tidak nyaman. Cukup usap usap lembut di area gusi, dimana sekira anda gigi anak akan muncul di kemudian hari. Pastikan semua are gusi terkena dan tidak ada sisa makanan masih menempel di gusi. Anda juga bisa membiasakan anak menggosok gigi bahkan sebelum gigi anak muncul ke permukaan. Anda hanya memerlukan sikat gigi anak tanpa pasta gigi. Pastikan sikat gigi anak memiliki sikat yang lembut, dengan bentuk yang nyaman, anda bisa konsultasi dokter gigi untuk memastikan cocok tidak sikat gigi pilihan anda bagi pertumbuhan calon gigi si kecil. Setiap kali anda akan menggosok gigi, ajak anak anda ikut serta. Tidak perlu menggunakan pasta gigi, gosok gosok lembut gusi menggunakan sikat gigi. Tujuan dari rutinitas ini adalah membuat anak terbiasa menyikat gigi di waktu waktu tertentu bahkan sebelum ia membutuhkan rutinitas sikat gigi. Hal lain yang bisa anda lakukan ketika mendekati tahap pertumbuhan gigi pertama adalah dengan memijat mijat lembut gusi anak dengan tangan steril. Ketika gigi anak hendak tumbuh sangat wajar apabila si kecil menangis meraung raung, susah diatur, atau bahkan tidak mau makan. Bukan salah anak, memang pada proses gigi pertama, rasa sakit luar biasa akan dirasa anak, dan ini adalah kala pertama mereka merasa sakit seperti ini. Sebagai bentuk kasih sayang, memijat area gusi anak bisa meringankan beban rasa sakit, karena saraf saraf gigi menjadi lebih rileks apabila menerima pijatan dari luar. Keringanan rasa sakit setelah dipijat umumnya berlangsung selama 5 sampai 10 menit sampai nanti gusi terasa nyut nyutan lagi, jika anak sudah mulai merengek barulah anda pijat lagi.

Nah itu tadi 3 cara dalam mempersiapkan pertumbuhan gigi anak agar terhindar dari masalah pertumbuhan gigi seperti lubang, atau pengikisan gigi. Menyambut gigi dewasa sudah tidak perlu khawatir karena awal yang baik meningkatkan kemungkinan pertumbuhan yang bagus.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*